pernah mengikuti ambulan yang sedang bawa pasien? Lewat jalan tol?
itu kayak menabur garam di lautan a.k.a sia² aja.. ga akan terkejar😊
Pertama kali dan semoga terakhir kali saya ngikutin ambulan ya pas di dalamnya ada Nelly dan papa mama, mau pindah rumah sakit, ke rs yang lebih besar dan lengkap. Kondisinya Nelly sdh tidak sadar, dan pendarahan ga berhenti internally.
Di RS kedua ini… nelly langsung masuk ICU. Saya mama papa aza abi kemah di depan ruang ICU. Disebelah akuarium segede gaban. Tiap malem pas kita lg berusaha tidur… ikan²nya dengan ajaibnya lompat-lompat sampe airnya nyiprat² kemana-mana. – well i couldn’tn sleep well those night .. prepare for the worse, exhausted, and still like drunk person, move by insting where mind was being somewhere else.
Yang saya tau, aza super soleh.. baek bgt ga rewel dan sehat²… ga lama kita di RS, karena Nelly terus berpulang.
Yang saya ingat.. ketika saya sedang duduk di lobby, om saya datang dan bilang.. sepertinya Nelly ga akan bisa bertahan, saya hanya menatap nanar dan membatin.. bagi saya Nelly memang sudah ingin pergi semenjak dia henti jantung 4 hari sebelumnya.
lalu saya diminta masuk kamarnya, untuk pamitan. Saya ga mau nangis di depan Nelly, di depan mama papa, di depan siapapun saat itu. Bukannya sok kuat, tp rasanya menangis saat itu tidak akan menghasilkan apa², selain saya jadi tambah cape. Sementara saya harus bisa berpikir super cepat dan super jernih.. siapa lagi kalau bukan saya, kan saya si kaka sulung tea.. *sombong lah.
Di depan nelly yang TD hanya 50/20 saya berkata pelan… “nel.. kalau kamu mau pergi.. pergi aja. Uni ga papa… uni akan mastiin mama papa jg gapapa.. dan uni akan bantuin jaga naia. And i am so sorry…”
ga lama nelly pun berpulang..dengan tenang… saya pulang duluan untuk menyiapkan rumah duka, menerima tamu yang melayat.. memastikan mama papa makan minum.. karena pastinya bagi mereka, it was the worst day ever. Mana lah ada istilah orang tua ditinggal anak duluan.
sampai memandikan, mengantar ke makan..rasanya tuh saya seperti marionette.. boneka yang digerakin tali. Saya ke makam pake sendal rumah motif strawberry sambil gendong aza yang bertelanjang kaki. Hanya mengikuti abi kemana abi jalan. Ga berkata apa², dan tetep ga ada setetes air mata yang turun.. hati saya terlalu sakit untuk menangis. Nelly itu lebih dari sekedar adik bagi saya.. dia sahabat saya. Dia orang yang paling mengerti saya, orang yang paling peduli sama saya, orang yang sangat sangat sayang sama saya. Yang setiap hari pasti saya cari untuk sekedar ngobrol, biarpun kita berjauhan.
dan setelah nelly meninggal, tebak berapa kali saya kunjungi makamnya? Hanya 3x sampai detik ini. Bagi saya itu terlalu nyata jadi pengingat sakit nya hati saya hari itu. Biarlah saya mendoakan nelly setiap hari dari jauh.
dan 2 hari yang lalu, gadis kamu sudah jadi gadis beneran Nel… Naia sudah 18 taun, cantik, tinggi, pinter.. sudah kuliah. So.. dear Nelly.. baik2 ya disana, tenang².. insyaAllah semua baik² aja.
➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️
Dear Nelly…
It’s been15 years.. but still..
I remember you a lot last nigt..
I remember you a lot today..
And it makes me a little downhearted
Maybe because it is September…
You should be 45.. but you were forever 29 instead..
How can i forget you..
Only you who can guessed correctly the song i hummed very off tone😅
None a day passed by without us chat..
Laughing about something nobody understands
How did we understand each other just by a look on the eyes..
Nobody resemble you.. not even close..
So you know.. it’s pain staking trying to forget you nor to keep remembering.
I wish you peacefull and heaven..
Everything here just fine..
Just not the same when you are around..
Love you lil sis..