UV Light…

There’s no such things as coincidence..

Ga ada yang namanya kebetulan, semua terjadi sudah atas rencana Allah SWT… bener? Percaya? Saya iya..

Walaupun terus saya mikir.. kalau semua sudah direncanakan yang di Atas.. kenapa juga kita repot-repot bikin rencana.. berusaha… bukankan kita tinggal diam dan menerima semua rencanaNya… gitu? Saya ga percaya bagian ini… 😑😑

Makanya manusia di kasih akal.. dan hati… untuk memilih… manusia bisa dan harus memilih… setiap keputusan hasil pilihannya itu lah yang membentuk hari-harinya.. menentukan hidupnya. Kita, manusia dewasa bahkan rata-rata melakukan 226,7 pilihan dalam 1 hari… bayangkan 😱 *http://science.unctv.org/content/reportersblog/choices

Allah memang punya rencana untuk setiap umatnya.. tetapi selain lahir, jodoh, dan mati yang sudah ditentukan sejak kita masih dalam kandungan… maka manusia bisa, boleh, bahkan harus memilih untuk menentukan hidupnya…

Seperti dalam buku cerita ‘Let’s Choose How This Book Will End’ yang dulu saya suka baca… buku tersebut memberikan pembacanya 3 pilihan… kalau saya salah pilih maka ceritanya akan berakhir sedih dan sebaliknya. Lalu bagaimana saya memilih supaya hasilnya happy ending? Biasanya mudah… pilihan buruk biasanya ditandai dengan melakukan tindakan buruk.

Walau lebih rumit dari buku cerita anak, saya yakin hidup kita juga sudah tesurat jalannya.. tetapi walau begitu, kita diberikan kebebasan untuk memilih, yang hasilnya akan menentukan bagaimana jalan hidup kita, walaupun ujungnya sama.. Tetapi bagaimana kita mencapainya itu yang bervariasi tergantung dengan pilihan-pilihan kita, yang didasari oleh hati, akal sehat, cara hidup, cara dibesarkan, lingkungan, agama, keluarga, teman, pendidikan, iklan, bacaan dan tontonan, and so on and so on..

Nah.. itu menurut hasil pemikiran saya yaa…. itu menurut keyakinan saya…

Balik lagi ke ‘there’s no such thing as coincidence’ yang tadi… nah pas lagi baca-baca fasce book.. tiba-tiba ada teman yang share link video acara kesehatan dari tv nasional… biasanya sih saya akan skip saja posting2an seperti itu.. karena saya tidak terlalu suka nonton link video acara tv yang durasinya lebih dari 1 mnt…

Entah kenapa saya memutuskan untuk menontonnya.. isinya tentang seorang dokter ahli kulit yang sudah cukup berumur dengan galak dan tegas menjelaskan tentang waktu berjemur yang baik. *saya selalu merasa, orang-orang yang kapabel pada bidangnya, berpengalaman itu biasanya galak dan tegas.. 😁😁

Nah.. kata bu dokter ini.. manusia butuh vitamin D… apalagi anak-anak, lansia, dan yang sedang kurang sehat… dari mana vitamin D? Tubuh kita sudab memiliki nya dari berbagai sumber.. tapi sebagian masih berbentu pro vitamin D3… butuh matahari untuk menjadikannya vitamin D3. Jadi ketika kulit terpapar matahari, kulit akan membentuk vitamin D3 dalam jumlah besar.

Tapii.. tidak sembarang sinar matahari… hanya sinar UVB yang akan membuat kulit memproduksi vitamin D3.. kapan matahari mengeluarkan sinar UVB? Jam 10 pagi!!!

Bukan jam 7, bukan jam 8, bukan jam 9!!

Astagaaaa…. jadi selama ini saya salah besar dong 2☹ ckckck jadi selama ini saya jemur-jemur bayi saya di jam yang salah juga… saya suruh anak-anak saya berjemur.. dan jam 10 saya suruh masuk.. karena sudah panas sekali rasanya… dan selama ini upacara 17 agustus yang selalu dilaksanakam jam 10 pagi itu benar.. padahal selalu saya kasihani pesertanya.. karena pasti panas sekali 😁😁

tapi.. ya jangan lama-lama.. 15 menit saja… upacara itu juga kelamaan 😁. Jadi dengan berjemur jam 10 selama 15 menit itu sudah cukup untuk memenuhumi kebutuhan harian vitamin D3 tubuh kita.

Nah berkat menonton acara itu saya jadi tahu.. dan.. saya jadi ingat… 13 taun yang lalu.. ketika saya baru saja melahirkan anak pertama saya… kami ( saya, anak saya dan suami saya) selalu menginap di rumah mertua saya setiap weekend.

Ibu mertua saya yang baik hati akan selalu membawa anak saya setiap pagi untuk menjemurnya… seringnya sekitaran jam 10 pagi.. dan saya akan protes.. takut anak saja jadi hitam.. tapi mertua saya juga akan kekeuh… sambil berkeringat-keringat, duduk di bawah sinar matahari jam 10 bersama bayi saya… ah ternyata betapa baik alasan dibelakangnya.. betapa baiknya kearifan lokal yang dimiliki orang tua orang tua kita dulu ya.. yang turun temurun diwariskan… yang mungkin mereka juga tidak tahu sisi ilmiahnya…

Jadi lah hari itu saya sibuk mengoreh ngoreh memori lama.. mulai dari acara nginap di rumah mertua setiap weekend, saat2 saya menjemur bayi-bayi saya yang selalu kuning hampir sebulan karena perbedaan golongan darah dengan saya.. proses mengejar matahari pagi… saat-saat saya di jemur jam 12 siang pas ospek dulu.. seru.. hari itu jadi seru.. pikiran saya sibuk.. hati saya penuh dan hangat… karena semua kenangan itu… saya jadi tambah kangen suami saya yang sedang di luar kota.. saya jadi inget harus lebih nurut dan sabar pada orang tua dan mertua… saya senang hari itu..

Jadi.. apa kebetulan saja saya menonton acara itu? Saya yakin tidak..

Leave a comment