Mimpi apa kamu malam ini?
Kebanyakan teman-teman saya tidak lagi terlalu sering membicarakan mimpinya dan bahkan kebanyakan tidak mengingat mimpinya bahkan tepat ketika mereka terbangun..
Saya tipe orang yang selalu bermimpi ketika tidur, entah itu tidur siang, tidur malam, bahkan ketika terkantuk-kantuk di tengah seminar yang amat sangat membosankan…
Apabila saya mengalami tidur tanpa mimpi, berarti saya sedang sangat lelah atau tidur dalam keadaan stress dan sedih…
Mengapa rasanya urgent sekali membicarakan mimpi, karena saya merasa mimpi-mimpi saya sedikit berbeda dengan kebanyakan orang. Mimpi saya seringkali begitu dalam dan spesifik, sehingga rasanya hampir seperti nyata dan membingungkan saya ketika terbangun. Mimpi saya selalu colorfull dan seringkali juga memiliki bau… sehingga ketika saya bangun saya dapat mendeskripsikan dengan pasti bau makanan yang saya makan di dalam mimpi itu atau warna langit, warna baju seseorang dalam mimpi… persis seperti menonton televisi saja.
Walaupun mimpi saya seringkali tidak mengandung script yang jelas sehingga kalau diceritakan kembali hampir-hampir tidak masuk akal, tetapi plotnya jelas dari awal sampai akhir (kecuali ada yang membangunkan saya ya…) untuk tidak membuat saya penasaran ketika terbangun…
Dalam mimpi itu terkadang saya hanya jadi penonton, menonton orang-orang yang bahkan tidak pernah saya temui, atau sering juga saya jadi pemeran utama dengan profesi yang tidak mungkin saya jalani dalam kehidupan nyata saya.. Tidak jarang juga saya bermimpi bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal.. Atau tidak jarang juga saya bermimpi mengalami perlombaan yang melelahkan dan membuat frustasi.. 🙂
Tapi, apapun bentuknya dan skenario-nya, saya jarang sekali mengalami mimpi buruk (mudah-mudahan seterusnya begitu) yang membuat saya terbangun dengan jantung berdegup kencang… apalagi seperti dalam film-film, dimana seseorang terbangun sampai sesak nafas dan basah kuyup oleh keringat setelah mengalami mimpi buruk.. (hehehe.. Mungkin emang hanya ada dalam film ya…)
Mimpi saya terbaru yang masih fresh dalam ingatan adalah ketika saya tertidur sesudah subuh (biasanya inilah waktu mimpi-mimpi yang paling ajaib, paling terekam dalam ingatan, serta paling aneh)..
Saya bermimpi sedang menonton tv, dan sedang membaca running text nya yang berisi tulisan:
“Tiara AFI meninggal malam kemarin”
(mimpi yang sangat spesifik bukan..)
Saya terbangun dan melupakan mimpi tersebut, tapi siang harinya saya ingat dan saya bingung, apakah itu mimpi atau nyata. Kalau mimpi, kenapa saya memimpikan personel AFI dan memimpikan membaca running text?? Saya tidak pernah memikirkannya, tapi mungkin juga saya sering membaca sekilas artikel-artikel tentang mereka, dan ketika saya tanya pada ibu saya, tidak ada seorang pun anggota AFI yang bernama Tiara…
Ada satu hal yang masih membuat saya terheran-heran, biasanya mimpi saya memiliki lokasi yang familiar dengan saya, lokasi paling sering dalam mimpi saya adalah di sekolah dasar saya dan di rumah saya dan sekitarnya. Tapi sesekali saya bermimpi di lokasi yang belum pernah saya kunjungi. Yang menjadikannya aneh, lokasi tersebut beberapa kali menjadi lokasi dari mimpi-mimpi yang berbeda. Dan yang paling aneh, akhirnya saya mengunjungi lokasi tersebut dalam kehidupan nyata saya dan membuat saya merasakan ‘déjà vu’…
Pada umumnya mimpi saya berkaitan dengan dimana saya tertidur. Kalau saya tidur di rumah, di kamar saya, di tempat tidur saya yang familiar, mimpinya pun cenderung enak mengalir dan mudah di ingat. Tetapi kalau saya tidur di tempat baru, seringkali mimpi saya hanya sepotong-potong adegan yang tidak bisa saya ingat lagi. Pernah saya tertidur di sofa, ketika sedang menonton TV. Pada saat tertidur itu, saya mengalami apa yang disebut orang-orang tua sebagai ‘ketindihan’. Fenomenanya, badan kita serasa ada yang menindih, jangankan untuk bergerak, untuk bernafas saja sulit. Ingin berteriak tetapi tidak ada suara yang keluar. Pengalaman itu tidak menyenangkan, buat saya, dan setahu saya juga buat orang-orang yang saya tahu pernah mengalaminya.
Nah, ketika saya sedang ‘ketindihan’ itu saya juga bermimpi. Dalam mimpi tersebut, saya sedang tidur bersama beberapa tiga orang saudara saya. Kami berempat di satu kasur. Ketiganya sedang asyik berbincang, sementara saya tidur di posisi paling pinggir. Di mimpi tersebut saya melihat ‘saya’ ketindihan (untungnya tidak dilihatkan apa yang menindih saya ya…) dan saya juga dapat melihat betapa ‘saya’ ingin bangun, berusaha memanggil saudara-saudara saya, berusaha bergerak, berusaha membaca doa, tetapi semuanya tidak bisa. Setelah cukup lama berusaha, akhirnya saya menyadari, bahwa selain ‘saya’ yang di mimpi sedang mengalami ketindihan, the real saya pun sedang mengalaminya. Akhirnya mimpinya hilang, tergantikan usaha saya sendiri untuk bangun.
Seringkali mimpi yang saya alami berkaitan dengan apa yang baru saja saya baca atau apa saja yang baru saya tonton dan lihat. Seperti beberapa malam yang lalu, saya bermimpi tentang teman-teman SMP saya (pasti gara-gara facebook… :)). Di mimpi tersebut ada sebuah foto tentang saya dan beberapa teman SMP saya. (dalam kehidupan nyata, teman-teman SMP saya itu hanya saya ketahui dan saya kenal sekilas, selama di SMP saya hampir tidak pernah berhubungan dengan mereka. Saat ini mereka menjadi begitu familiar karena mereka sangat aktif di facebook). Nah dalam foto tersebut, digambarkan kami semua sedang memakai kostum. Teman-teman saya memakai kostum yang bagus-bagus, si cantik memakai kostum peri berwarna putih, teman saya yang lain, si manis, tampak lebih manis menggunakan gaun malam warna merah marun lengkap dengan tiara bertaburkan kristal swar… sementara si tampan, tampak gagah memakai setelah perang ala pasukan romawi, dan ada beberapa orang lagi dengan kostum yang tidak kalah menariknya. Sementara saya, memakai kostum kermit si kodok + sebuah tempurung kura-kura di punggung (seperti kura-kura ninja).. Sungguh kostum yang aneh dan jelek.
Memang kenyataannya, teman-teman SMP saya yang ada di foto itu adalah murid-murid populer.. Entah karena cantik sekali, entah karena pintar sekali, entah karena aktif sekali, yang jelas, saya dulu adalah seseorang yang hampir tidak terlihat. Ketika SMP, saya belum mengalami masa puber, tidak seperti teman-teman lain yang selalu riang membicarakan lawan jenisnya, saya masih suka membaca majalah bobo dan bermain dengan adik saya yang baru kelas 3 SD. Sehingga dalam pergaulan pun, saya biasa saja, ke sekolah – belajar – ngobrol dengan teman sebangku – pulang dan diam di rumah. Saya tidak pernah ikut satu pun acara study tour yang diadakan SMP saya, saya tidak pernah datang ke satu pun acara perpisahan kelas, atau pun acara ulang tahun. Saya hampir tidak pernah bermain bersama teman sepulang sekolah, saya selalu pulang. Intinya saya adalah murid yang tidak populer dan biasa saja.. 😀
Nah dalam mimpi tersebut saya sedang terheran-heran melihat foto itu, karena walaupun sedang bermimpi, ternyata saya berhasil mengingat bahwa saya tidak pernah memakai kostum apa pun selama di SMP, dan kenyataan itu masuk kedalam mimpi saya, dan membuat saya heran setengah mati…
Lalu adik saya yang menemukan foto itu berkata,
“Coba saja tanya ke orang yang menjual foto itu”
” loh fotonya dijual toh?” tanya saya lebih heran lagi
“iya, itu tokonya di sebelah, ini bon nya” Tanda terimanya bertuliskan nama toko ‘Waswas Gan’ (kalau judul toko ini saya curigai berasal dari satu forum di internet yang sering sekali saya kunjungi..)
Ketika saya sampai disana, ternyata si penjaga tokonya tidak ada, dan setting tiba-tiba berubah, saya ada di sebuah kapal boat yang sedang melaju di laut, memegang kostum kodok berpunggung kura-kura. Sampai di sini saya tidak dapat lagi mengingat kelanjutannya karena sepertinya sudah semakin tidak masuk akal. Walaupun tidak jelas apa arti mimpi tersebut, tetapi saya ingat, teman-teman yang ada di foto itu memang saling berteman sampai sekarang di facebook, sering kali mengadakan reunian, dan saya senang melihat foto-foto yang mereka upload, walaupun saya tidak pernah ikut serta…
Apapun bentuk dan ceritanya, saya suka tidur dan bermimpi, walaupun I’m not a dreamer….
Tidak seperti seorang teman kost saya yang aneh… Dia bercerita, bahwa dia selalu bermimpi ketika tidur.. Kadang mimpi biasa, kadang mimpi buruk, tapi apapun itu, dia merasa terganggu dengan mimpi-mimpinya itu. Maka dia pun akhirnya membiasakan diri berdoa sebelum tidur dengan doa khusus yang meminta agar dapat tidur tanpa mimpi, dan menurut dia, akhirnya doa-nya itu terkabul. Mulai saat itu, dia tidak pernah bermimpi lagi.. (wauu… what a empty sleep…).
Bagi saya, mimpi memang bunga tidur, tapi saya juga percaya, kalau saja saya bisa mengingatnya lebih baik, dan memiliki kemampuan lebih untuk menafsirkannya, pastilah mimpi-mimpi saya akan jadi lebih dari sekedar bunga tidur.